Minggu, 23 Agustus 2020

Pemeriksaan Akuntansi

Pengertian Auditing:

Ada beberapa penulis yang memberikan pengertian audit, diantaranya :

     a.  Mulyadi “ Auditing adalah suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan-pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara penyataan -pernyataan tersebut dengan kreteria yang telah ditetapkan, serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pemakai yang bekepentingan“.

     b.  Sukrisno Agoes “ Auditing adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan pihak yang indepenen terhadap laporan kuangan yang telah disusun oleh pihakmanajemen, beserta catatan-catatan pembukuan, beserta catatan-catatan pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya, dengan tujuan untuk dapat memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuanga tersebut ”.

 

Dari pengertian tersebut diatas, maka dapat disimpulkan hal-hal sbb :

1.   Yang diperiksa adalah Financial Statement

      a. Balance sheet.

      b. Income statement.

      c. Equity of changes statement)

      d. Cahs flow statement.

      e. Notes to the financial statement

2.   Pemeriksaan dilakukan secara kritis dan sistematis.

3.   Pemeriksaan dilakukan oleh pihak yang independen.

4.   Pemeriksanaan dilakukan oleh akuntan (accountant) untuk

      memberikan pendapat kewajaran atas laporan keuangan yang

      diperiksa.

 

Tahapan Audit yang dilakukan oleh Pihak Auditor:

1.  KAP dihubungi oleh  calon client yang membutuhkan jasa Audit.

2.  KAP membuat perjanjian dengan calon client untuk membicarakan hal  

     hal sbb :

     a.  Alasan perusahaan untuk mengaudit laporan keuangannya.

     b.  Apakah perusahaan telah di Audit oleh KAP lain.

     c.  Untuk mengetahui jenis usaha dan gambaran umum perusahaan.

     d.  Untuk mengetahui akuntansi perusahaan yang data akuntansinya 

          diproses secara manual atau dengan bantuan komputer

          (menggunakan software).

     e.  Bagaimana sistem penyimpanan bukti-bukti pembukuan                           

          perusahaan.

3.  KAP mengajukan surat penawaran (audit porposal), yang berisi :

         a.  Jenis jasa yang diberikan.

         b.  Besarnya audit fee

         c.  Waktu dimulai pemeriksaan dan waktu penyerahan hasil audit.

 

JENIS-JENIS AUDIT

1.    Ditinjau dari luasnya Pemeriksaaan :

   a. General Audit

Pemeriksaan yang dilakukan oleh KAP yang Independen dengan tujuan untuk memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan. 

b. Special audit

Pemeriksaan yang dilakukan oleh KAP yang Independen dengan tujuan untuk memberikan pendapat mengenai wajaran laporan keuangan tidak secara keseluruhan. 

 

2.  Ditinjau dari jenis pemeriksaan audit

a.  Management Audit

Suatu pemeriksaan terhadap kegiatan operasi suatu perusahaan, termasuk kebijakan akuntansi, operasional yang telah ditentukan oleh pihak manajemen untuk mengetahui apakah kebijakan operasi tersebut sudah dilakukan secara efektif, effisien dan ekonomis. 

       

Prosedur Audit yang dilakukan mencakup :

1.    Analytical review.

2.    Evaluasi terhadap Management control system.

3.    Complience test.

 

b.  Complience audit (Pemeriksaan Ketaatan)

Pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui apakah perusahaan sudah mentaati peraturan-peraturan, kebijakan-kebijakan yang berlaku, baik yang ditentukan oleh pihak intern, maupun pihak Ekstern perusahaan

 

c.  Internal Audit

Pemeriksaan yang dilakukan oleh internal audit perusahaan, apabila terhadap laporan keuangan, maupun catatan akuntansi perusahaan, serta terhadap kebijakan manajamen yang telah ditentukan

 

d. Computer Audit

Pemeriksaan yang dilakukan oleh KAP terhadap perusahaan yang memproses data akuntansinya dengan menggunakan EDP.  Metode yang dapat digunakan adalah :       

 

PROFESI AUDITOR

Seorang Akuntan yang memiliki nomor register, bisa memilih profesi sebagai berikut :

1. Akuntan Publik (Public Accountant)    

2. Akuntan internal (Internal Auditor)    

3. Akuntan Keuangan ( Financial Accountant)

4. Cost Accountan    

5. Akuntan Pajak (Tax Accountant)    

6. Akuntan Pendidik (Lecturer)    

 

Ruang Lingkup

      Pada akhir pemeriksaan yang dilakukan oleh Auditor dalam General Audit KAP memberikan hasil pemeriksaan yang terdiri dari :

      a.  Lembar opini (AuditOpini)

Lembar opnini merupakan tanggung jawab Akuntan Publik, dimana Akuntan Publik akan memberikan pendapat terhadap kewajaran laporan keuangan yang disusun oleh pihak manajemen.

       b. Laporan Keuangan (Financial Statement) 

           Laporan keuangan yang disampaikan dari hasil pemeriksaan yang 

           dilakukan oleh KAP terdiri dari : 

1.      Balance sheet

2.      Income statement.

3.      Equity of changes statement)

4.      Cahs flow statement.

5.      Catatan atas laporan keuangan, yang berisi :

a.    Bagian umum, menjelaskan latar belakang perusahaan.

b.    Kebijakan akuntansi yang digunakan perusahaan.

c.    Penjelasan atas pos-pos Neraca dan Laba – Rugi.

 

JENIS-JENIS PENDAPAT AUDITOR

1.    Pendapat wajar tanpa pengecualian (unqualified opinion).

2.    Pendapat wajar tanpa pengecualian dengan bahasa penjelasan yang ditambahkan dalam laporan audit standar (unqualified opinion with explanatory language).

3.    Pendapat wajar dengan pengecualian (qualified opinion).

4.    Pendapat tidak wajar (adverse opinion).

5.    Tidak memberikan pendapat (disclaimer of opinion).

 

Qualified Opinion

Pendapat ini diberikan jika :

1.  Tidak adanya bukti kopeten yang cukup atau adanya pembatasan terhadap lingkup audit.

2.  Auditor yakin atas dasar hasil pemeriksaan yang telah dilakukan terdapat penyimpangan terhadap prinsip akuntansi yang berlaku umum yang berdampak material.

 

Disclaimer of Opinion

Pendapat ini diberikan jika Auditor dibatasi dalam lingkup auditnya. Tidak dapat melaksanakan audit secara cukup, dan terdapat penyimpangan yang cukup material.

 

Adverse Opinion

Suatu Pendapat tidak wajar diberikan, jika laporan keuangan yang disajikan secara keseluruhan tidak secara wajar.  Auditor harus menjelaskan dalam paragraf terpisah sebelum paragraf pendapat

dalam laporannya.  Hal-hal yang harus dijelaskan adalah sbb :

1.  Semua alasan yang mendukung pendapat tidak wajar.

2.  Dampak utama yang menyebabkan pemberian pendapat tidak

     wajar terhadap laporan keuangan.

3.  Jika dampak yang ditimbulkan tidak dapat ditentukan secara

     beralasan.

Senin, 03 Agustus 2020

Soal Akuntansi Keuangan Lanjutan




Soal Akuntansi Keuangan Lanjutan

1.      Apa yang saudara ketahui tentang :
a.      Penggabungan usaha / konsolidasi
b.     Sebutkan ciri-ciri konsolidasi dan contohnya
2.     PT. A membeli semua PT. B Rp. 500.000.000,- (Saham biasa 500 lembar @ 1.000.000,-) Diminta buat jurnal PT. A dan PT. B !
3.  Jika PT. B tahun 2018 mendapatkan laba Rp. 50.000.000,- dan PT. A mendapatkan laba Rp. 150.000.000,- (belum termasuk laba PT.B) !
Diminta buatlah perhitungan laba bersih konsolidasi tahun 2018
4.   Jelaskan apa perbedaan metode cost dengan metode equity berkaitan dengan konsolidasian !
5.    Jelaskan apa yang saudara ketahui tentang lapora keuangan konsolidasi dan tujuan laporan tersebut !
6.      Berikut ini adalah neraca PT.A tahun 2018
PT.A
Neraca
31 Desember 2018

Kas Bank
Piutang



Aset lancer
Investasi saham B
Jumlah aset
100.000.000
50.000.000



150.000.000
52.500.000
197.500.000
Hutang

Ekuitas :
Modal saham
Laba ditahan
Laba berjalan
Jumlah
Jumlah Aset              
2.500.000


100.000.000
48.000.000
50.000.000
190.000.000
197.500.000

PT.B
Neraca
31 Desember 2018

Kas dan Bank
Persediaan
Peralatan

Aset tetap
Kendaraan
Akumulasi penyusutan
Jumlah asset tetap


Jumlah Aset
25.000.000
40.000.000
20.000.000


60.000.000
(10.000.000)
50.000.000

135.000.000
Kewajiban
Hutang       


Ekuitas
Modal saham
Laba ditahan
Lala tahun berjalan
Jumlah ekuitas

Jumlah asset

5.000.000



70.000.000
40.000.000
20.000.000
130.000.000
135.000.000

Jika PT.A memiliki 75% dari saham  PT.B Diminta:
1.     Berapa deviden yang menjadi hak PT.A !
2.    Buatlah neraca konsolidasi 2018 !


Selasa, 28 Juli 2020

Soal Pajak


                   SOAL PAJAK


1.        Jelaskan istilah berikut ini:
a.          PPN
b.          PPh
c.           PPn BM
d.          Tax planning
e.          PBB
f.            BPHTB

2.       Kapan paling akhir pembayaran pajak atas PPN terutang dilakukan ?

3.       Sebutkan perbedaan antara pajak dan akuntansi !

4.       Gaji seorang karyawan sebesar Rp 5.000.000,- iuran pensiun Rp 100.000,- PPh 21 sebesar Rp 89.500,- Karyawan membayar sendiri asuransi kecelakaan dan kematian sebesar Rp 60.000,- melalui perusahaan. Buatlah Jurnal iuran pensiun dan asuransi dibayarkan oleh perusahaan, tetapi ditanggung oleh karyawan !

5.     Membayar sewa sebesar Rp 200.000.000,- dikenakan pajak PPh 23 sebesar 4%. Buatlah jurnal PPh 23 tidak final !

6.       Jelaskan Implikasi – PSAK 10 !

7.       Apa yang dimaksud dengan PPN masukan ?


           


Minggu, 26 Juli 2020

PERPAJAKAN


Pajak Penghasilan (PPh)



PERPAJAKAN


Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

PPN adalah pajak yang dikenakan atas aktivitas yang seperti yang dijelaskan dalam UU berikut ini:
1.             penyerahan Barang Kena Pajak di dalam Daerah Pabean yang dilakukan oleh pengusaha;
2.             impor Barang Kena Pajak;
3.             penyerahan Jasa Kena Pajak di dalam Daerah Pabean yang dilakukan oleh pengusaha;
4.             pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean;
5.             pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean;
6.             ekspor Barang Kena Pajak Berwujud oleh Pengusaha  Kena Pajak;
7.             ekspor Barang Kena Pajak Tidak Berwujud oleh Pengusaha Kena Pajak; dan
8.             ekspor Jasa Kena Pajak oleh Pengusaha Kena Pajak.
PPN dikenakan pada tiap rantai perdagangan atau proses produksi. Jumlah pajak yang dibayarkan adalah nilai tambah yang ditambahkan terhadap produk/jasa tersebut. Hal ini yang membedakan dengan PPNBM Pajak Penjualan Barang Mewah. PPnBM dikenakan atas nilai jual dan tidak dapat dikreditkan (kecuali untuk barang mewah yang dieksport maka PPnBM dapat dikreditkan). Untuk menghindari pajak berganda maka PPnBM hanya dipungut di perusahaan manufaktur/penghasil dan importir barang mewah tersebut.
PPN diadministrasikan dengan faktur pajak. Pajak akan diadministrasikan setiap masa (bulan). Setiap ada penyerahan barang / jasa kena pajak terutang PPN sering disebut pajak keluaran. Pada saat membeli barang atau menggunakan jasa yang terutang PPN, maka pajak yang dibayarkan menjadi pajak masukan. Selisih pajak masukan dan keluaran akan dibayarkan oleh pengusaha kena pajak pada bulan berikutnya.
Pajak terutang pada saat:
a.              Saat penyerahan barang/jasa kena pajak, tergantung cara penyerahannya.
b.             Dalam hal pembayaran diterima sebelum penyerahan Barang Kena Pajak atau sebelum penyerahan Jasa Kena Pajak atau dalam hal pembayaran dilakukan sebelum dimulainya pemanfaatan Barang Kena Pajak
Tidak Berwujud atau Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean, saat terutangnya pajak adalah pada saat pembayaran.
Pajak terutang melalui faktur Pajak. Secara lebih detail UU mengatur bahwa faktur pajak dibuat pada saat:
1.             saat penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau penyerahan Jasa Kena Pajak;
2.             saat penerimaan pembayaran dalam hal penerimaan pembayaran terjadi sebelum
penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau sebelum penyerahan Jasa Kena Pajak;
3.             saat penerimaan pembayaran termin dalam hal penyerahan sebagian tahap pekerjaan; atau
4.             saat lain yang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan.
5.             pada akhir masa pajak, dalam hal PKP membuat faktur pajak gabungan.

Pembayaran pajak atas PPN terutang dilakukan harus dilakukan paling lama akhir bulan berikutnya setelah berakhirnya Masa Pajak dan sebelum Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai disampaikan. Untuk penyerahan kepada pemungut, faktur pajak dibuat pada saat tagihan diserahkan. Berdasarkan ketentuan umum maka faktur pajak ini akan dilaporkan pada SPT masa ketika faktur ini dibuat. Mengingat ini adalah PPN yang dibayar oleh pemungut, saat pembayaran tidak penting dari sisi perusahaan yang melakukan penjualan kepada pemungut.

Misalkan dalam masa Januari seorang pengusaha melakukan pembelian 1000 dengan PPN masukan 100. Dari jumlah pembelian tersebut dijual dengan harga 1.600 yagn terdiri dari 1000 diserahkan kepada pemungut dan 600 diserahkan kepada PKP biasa. Penyerahan kepada pemungut ditagihkan pada bulan Januari, namun baru dibayar oleh pemungut kepada perusahaan pada bulan Februari. PPN keluaran hanya sebesar 60 yang dari PKP biasa. Maka untuk masa Januari tersebut. Pajak keluaran 60 dan pajak masukan 100 sehingga pajak lebih bayar sebesar 40. Kelebihan pembayaran pajak tersebut disebabkan perusahaan seharusnya akan membayar kurang pajak 60 (160 – 100 = 60). Namun perusahaan sudah membayar ke kas negara karena penyerahan kepada pemungut sebesar 100, sehingga terjadi kelebihan pembayaran 100 – 60 = 40.

Hal yang perlu diperhatikan juga dalam PPN adalah PPN Masukan. Tidak semua PPN masukan dapat dikreditkan. Ada ketentuan khusus terkait dengan hal ini. UU juga mengatur mengenai PPN yang ditanggung pemerintah dengan ketentuan berikut:
1.              Pajak terutang tidak dipungut sebagian atau seluruhnya atau dibebaskan dari pengenaan pajak, baik untuk sementara waktu maupun selamanya, PPN Masukannya dapat dikreditkan
2.              Pajak Masukan yang dibayar untuk perolehan BarangKena Pajak dan/atau perolehan Jasa Kena Pajak yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai tidak dapat dikreditkan.
Perlu mendapatkan catatan bahwa pengusaha yang menghitung penghasilannya dengan menggunakan norma dalam menghitung PPN berlaku ketentuan khusus. PPM masukannya sebesar 80% dari pajak keluaran.
Sumber : Martani, Dwi, Perpajakan.

Rabu, 22 Juli 2020


Soal Akuntansi Keuangan Menengah II


1.      Apakah yang maksud dengan:
a.    Ekuitas
b.    Investasi
c.    Pengakuan pendapatan
d.   Saham biasa
e.    Saham Preferen
f.     Investor
g.    Investee

2.      Mengapa perusahaan membeli sahamnya yang beredar?

3.     Mengapa perusahaan mengeluarkan saham bernilai nominal dan saham tanpa nilai   nominal?

4.      Jelaskan apa yang di maksud dengan:
a.    Pendapatan diakui pada saat pembayaran diterima.
b.    Pendapatan dari  penjualan konsinyasi
c.    Pendapatan diakui secara proporsional selama tahap produksi

5.  PT ABC memiliki kontrak yang dimulai pada bulan Juli 2018 untuk membuat jembatan dengan nilai kontrak sebesar Rp18.000.000.000. Pekerjaan ini diharapkan selesai pada bulan Oktober 2018, dengan taksiran biaya Rp16.000.000.000. Pada akhir tahun 2020, taksiran biaya penyelesaian naik menjadi Rp16.100.000.000. Berikut ini data lain yang berkaitan dengan kontrak tersebut:

Keterangan
2018
2019
2020
Biaya s/d. tahun
4.000.000.000
11.664.000.000
16.200.000.000
Taksiran Bi. Peny. Sisa kontrak

12.000.000.000

4.536.000.000

-
Tagihan Kontrak
3.600.000.000
9.600.000.000
4.800.000.000
Kas yang diterima
3.000.000.000
7.000.000.000
8.000.000.000

Hitunglah persentase penyelesaian dan buatlah jurnal tahun 2018, 2019 dan 2020!